:2thumbup

Si Kecil

Si Kecil
tertawa bersama

Rabu, 03 Desember 2008

Kebersihan Si Kecil

Salah satu cara terbaik yang membuat bayi tetap sehat ialah menjaga kebersihan. Dibalik kebutuhan akan kebersihan, ada area-area tertentu pada tubuh bayi yang memerlukan perhatian khusus. Tali pusar serta luka bekas khitan misalnya, harus selalu diperhatikan kebersihannya agar terhindar dari infeksi. Berikut ini beberapa petunjuk dasar tentang menjaga kebersihan bayi. Informasi selanjutnya bisa anda dapatkan dari ahli kesehatan.

Pada tahun pertama janganlah terlalu sering memandikan bayi agar kulitnya tidak menjadi kering. Cukup 2 - 3 kali seminggu.
Lakukan mandi-seka sampai area pusar sembuh benar.
Gunakan spon untuk memandi-sekakan bayi.
Letakkan bayi di atas meja beralaskan handuk lembut dalam ruangan yang hangat. Siapkan di tempat terjangkau dekat anda satu ember air hangat, selembar kain lap basah, serta sabun bayi yang lembut.
Salah satu tangan anda harus selalu memegang bayi.
Bayi dibedung dengan handuk dan hanya area yang akan dicuci yang terbuka.
Jangan menyabuni wajah bayi. Bagian tubuh lainnya boleh disabuni dengan sabun bayi yang lembut.
Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian dalam air, sekalipun airnya hanya sedikit.
Apabila daerah pusarnya sudah sembuh benar, seluruh tubuhnya boleh dimasukkan ke air dalam bak mandi bayi.
Agar supaya empuk dan tidak licin, bentangkan selembar handuk bersih di atas permukaan bak mandi. Tuangkan ke dalamnya air hangat setinggi 5 cm (kira-kira 2 inci). Periksa suhunya dengan bagian dalam pergelangan tangan anda.
Siapkan baju ganti terlebih dahulu sebelum melepaskan pakaian yang melekat ditubuh bayi.
Gunakan kain lap lembut untuk membasuh muka dan rambutnya.
Jangan lupa melindungi mata bayi. Keramas rambutnya dengan shampo bayi satu atau dua kali seminggu.
Handuk berpucung sangat baik untuk menghangatkan tubuhnya begitu selesai dimandikan.

Rapikan semua kukunya untuk mencegah dia mencakar dirinya.
Kuku bayi amat lembut dan mudah dipotong; saat terbaik untuk merapikan kukunya adalah ketika ia sedang tidur.
Banyak orangtua lebih senang menggunakan gunting-kuku kecil ketimbang gunting biasa.

Cuci hanya telinga bagian luar dan pintu masuk lobang telinga saja, jangan bagian dalamnya.
Jangan menggunakan korek-kuping (cotton bud) untuk membersihkan lobang telinganya; hal ini dapat merusak gendang telinga bayi.
Bila bayi cengeng, demam, dan cenderung menarik-narik telinganya, mungkin pertanda terjadinya infeksi telinga. Segeralah bawa dia ke dokter.
Bersihkan lendir kering yang terkumpul dalam hidung bayi untuk mencegah hambatan pernapasan (hal ini biasa terjadi di rumah yang terus-menerus menggunakan pemanas ruangan).
Basahi sedikit kotoran dalam lubang hidung bayi lalu bersihkan secara hati-hati dengan kain lap (tetapi jangan dipaksakan bila bayi merasa terganggu).
Gunakan pipet untuk menyedot keluar ingus yang menyumbat hidung bayi pada waktu pilek. Pencet karet bulat di ujung pipet lalu masukkan ujung satunya secara hati-hati ke lubang hidung bayi, kemudian lepaskan pencetan dari karet bulat tersebut.

Setiap kali mengganti popok, bersihkan tali pusar supaya tetap kering dan terhindar dari infeksi.
Bersihkan sekeliling tali pusar bayi dengan kapas beralkohol.
Rawatlah tali pusar secara hati-hati sampai tanggal beberapa minggu kemudian.
Popok bayi supaya dilipat di bawah pusar agar tali pusar tidak basah oleh kencing.
Apabila pangkal tali pusar bernanah atau berwarna kemerahan, atau bayi menangis setiap kali bagian itu disentuh, segera bawa dia ke dokter. Barangkali sudah terinfeksi.

Ahli kesehatan anda akan memberikan petunjuk apakah bagian tersebut perlu dibalut perban atau tidak sampai sembuh benar.
Setiap kali mengganti popok, cuci bagian itu secara hati-hati dengan sabun dan air sebersih mungkin.
Ketahuilah, warna kemerahan dan sedikit berair adalah tanda kesembuhan yang normal.

Harga popok kain lebih ekonomis dari popok sekali pakai (disposable) tetapi menambah pekerjaan anda apabila tidak ada tukang cuci. Hampir semua bayi baru lahir menggunakan sekitar 10 popok sehari. Kalau menggunakan popok kain yang harus dicuci, anda perlu sediakan kira-kira 4 lusin. Anda bisa membeli lagi kalau masih kurang.

Siapkan segala sesuatu yang diperlukan sebelum mengganti popoknya. Jangan sekali-kali meninggalkan bayi sendirian di meja ganti walaupun hanya sedetik. Inilah yang anda perlukan ketika mengganti popok:

Popok bersih dan pengikatnya (kalau menggunakan popok kain)
Kapas
Baskom kecil berisi air hangat dan selembar kain lap

Selasa, 02 Desember 2008

perawatan payudara

http://lisaslookups.com/wp-content/uploads/2010/03/periksa-kanker-payudara.gif

Petunjuk berikut ini dapat membantu perawatan payudara dan puting anda:

Untuk mencegah puting jadi kering, sebaiknya area itu jangan disabuni pada waktu mandi. Cukup diguyur air saja.
Keringkan puting dengan hati-hati sehabis menyusui. Alas bra anda dengan kain atau pad bersih yang menyerap rembesan air susu. Ganti kain pengalas tersebut bila sudah lembab. Payudara dapat juga diangin-anginkan selama beberapa menit supaya mengering.
Puting terasa agak perih pada waktu menyusui pertama kali adalah hal biasa, tetapi apabila selalu demikian, atau sampai pecah-pecah, sebaiknya segera periksakan ke ahli kesehatan.
Payudara anda membesar karena terlalu banyak air susu. Sekali-sekali peraslah dengan tangan. Dengan demikian peregangan kulit berkurang sehingga air susu mengalir lancar. Tehniknya bisa dipelajari dari ahli kesehatan.

Senin, 01 Desember 2008

Pertumbuhan Gigi Si Kecil

Pertumbuhan gigi pertama sang bayi adalah peristiwa yang sangat menyenangkan setiap orangtua. Peristiwa ini adalah tonggak pertumbuhan, sama halnya seperti berjalan dan berbicara. Tentunya setiap orangtua ingin gigi-geligi anaknya kuat dan sehat. Dokter gigi dan para ahli kesehatan dapat dimintai saran tentang cara merawat gigi yang baik.

Situs ini menyajikan informasi dasar tentang cara pemberian makan yang benar serta perawatan kesehatan gigi yang baik. Informasi ini sama sekali bukan untuk menggantikan saran-saran dari para ahli kesehatan.

Gigi pertama anak anda (disebut juga gigi susu atau gigi primer) adalah pembuka jalan bagi serangkaian gigi dewasa yang kuat dan sehat. Kebanyakan bayi memiliki 1 atau 2 gigi pada usia 7 bulan. Oleh karena laju pertumbuhan anak bervariasi, tidak perlu dipermasalahkan apakah gigi pertamanya tumbuh sebelum atau sesudah ia berusia satu tahun. Sebagian besar gigi susu anak anda telah bertumbuh ketika ia berumur antara 2,5 sampai 3 tahun.

Meneteskan air liur lebih dari biasanya
Pipi bersemu merah
Sulit tidur
Gelisah
Mengunyah atau menggigit-gigit benda keras

Apabila permukaan gusi anak anda kelihatan pecah-pecah sebelum gigi pertama tumbuh, inilah pertanda bahwa gigi-geliginya beresiko mengalami pembusukan. Pembusukan gigi terjadi ketika bakteri dalam mulut memanfaatkan beberapa jenis karbohidrat, terutama gula, untuk memproduksi zat asam. Zat asam ini menyerang enamel gigi (bungkus luar yang keras) sehingga struktur gigi melemah dan gampang sekali membusuk.

Air liur berperan penting mencegah pembusukan dengan cara membersihkan gigi dari karbohidrat dan asam. Air liur pun membantu memperkuat dan memperbaiki gigi.

Karbohidrat berbentuk gula sangat diperlukan dalam makanan bayi karena merupakan sumber energi penting bagi pertumbuhan yang sehat. Gula berbentuk laktosa terdapat dalam air susu ibu, air susu sapi, dan dalam hampir semua susu formula bayi. Susu formula kedelai dan susu formula bebas-laktosa mengandung karbohidrat pengganti, misalnya sukrosa, maltodekstrin, atau sirup jagung padat.

Perlu diingat juga, semua makanan dan minuman yang mengandung gula apa saja dapat menimbulkan pembusukan gigi. Semakin sering terjadi kontak antara zat ini dengan gigi, dan semakin lama menempel di gigi, makin besar pula resiko terjadinya pembusukan. Oleh karena itu, perawatan kesehatan gigi secara benar adalah sama pentingnya bagi bayi, anak-anak dan orang dewasa.

Tak lama setelah gigi pertama tumbuh, mungkin anda mulai mengenalkan makanan padat kepada bayi sebagai bagian dari proses menyapih. Mulai saat ini dan seterusnya, makanan bayi semakin bervariasi. Gula terdapat dalam berbagai jenis makanan, terutama buah-buahan dan jus buah. Selain itu terdapat juga dalam susu dan produk olahannya, serta dalam berbagai sayuran.

Beberapa jenis makanan lain, seperti misalnya serealia yang diolah untuk sarapan serta makanan manis (contohnya, kue kering, bolu, dan es krim) diberi tambahan gula. Untuk mengurangi resiko pembusukan gigi, sebaiknya makanan yang ditambahi gula hanya diberikan pada jam makan saja. Bersihkanlah gigi bayi sesudah makan.

Ketika bayi memasuki masa sapih, saat itulah anda mulai meletakkan fondasi kuat untuk kesehatan gigi dengan cara memberikan makanan seimbang dan bervariasi. Perhatikanlah petunjuk-petunjuk berikut ini yang dapat membantu anda mengontrol kontak gigi bayi dengan gula sehingga risiko pembusukan berkurang:

Secepat mungkin ajarilah bayi minum dari training cup (gelas untuk berlatih minum). Biasanya mulai usia 6 bulan atau setelah gigi pertama tumbuh.
Jangan biarkan bayi menghirup dari botol atau gelas terlalu lama karena hal ini justru memperlama kontak antara gigi dan gula. Dengan alasan yang sama, jangan gunakan botol susu sebagai pengganti dot/empeng dan jangan membiarkan bayi tertidur selagi minum dari botol. Tertidur selagi minum dari botol juga mengandung resiko tersedak.
Jangan minum dari botol setelah berusia 12 bulan kecuali ahli kesehatan menyarankan demikian.
Jangan menambahkan gula atau zat padat lainnya dalam botol susu.
Jangan mencelupkan dot dalam cairan bergula.
Pada waktu bayi memasuki masa sapih, berikan dia makanan yang seimbang dan bervariasi.
Batasi makanan dan minuman yang ditambahi gula.
Batasi pemberian makanan dan minuman yang ditambahi gula hanya pada jam makan saja; makanan manis diberikan sebagai penutup (dessert) segera sesudah makan. Jangan memberikan cemilan yang terlalu manis/bergula.
Jika bayi merasa haus diantara jam makan, berikanlah air putih matang yang telah didinginkan. Kalau dia menolak, tambahkan satu atau dua tetes jus buah ke dalamnya.

Kebiasaan merawat gigi dengan baik seharusnya ditanamkan sedini mungkin. Dengan demikian gigi tetap sehat dan kuat, sekaligus meletakkan dasar yang baik untuk gigi permanen. Gigi harus disikat karena sisa makanan atau minuman yang mengendap disitu dapat menimbulkan pembusukan.

Ketika gigi bayi sudah tumbuh, anda perlu melindungi gusinya dengan cara menggosoknya perlahan-lahan dengan kain, kapas, atau jari yang bersih. Sekitar usia 6 atau 7 bulan, anda dapat memijat gusinya secara hati-hati dengan sikat gigi khusus. Bentuknya seperti sikat gigi biasa tetapi ujung bulunya terbuat dari karet dan dirancang sedemikian rupa untuk membiasakan bayi terhadap stimulasi sebuah sikat gigi. Sikat ini bisa digigit-gigit bayi menjelang tumbuhnya gigi pertama; akan tetapi jangan biarkan dia menggigit-gigit tanpa pengawasan untuk mencegah resiko tertelan.

Begitu tumbuh, gigi bayi bisa mulai dibersihkan. Gunakan kain lembut atau kapas untuk membersihkan gigi pertama. Ketika jumlahnya sudah 2 atau lebih, gunakan sikat gigi bayi yang lembut dengan secolek pasta gigi bayi. Konsultasikan dengan dokter gigi atau ahli kesehatan sebelum menggunakan pasta gigi yang mengandung fluorida.

Sikatlah dengan hati-hati; gusi bayi masih sangat lembut dan gampang terluka. Bagian depan, belakang, dan sela-sela gigi beserta permukaan gusi untuk menggigit, semuanya harus dibersihkan. Selalu perhatikan, apakah ada gigi baru yang tumbuh.

Apabila giginya masih 1 atau 2 cukup dibersihkan sehari sekali, tetapi lebih dari itu sebaiknya disikat 2 kali sehari.

Bersihkan gigi bayi pada waktu malam sesudah makan terakhir. Bila dia merasa haus dimalam hari, cukup berikan air matang yang dingin.

Fluorida adalah mineral yang terdapat dalam lapisan enamel gigi dan berfungsi memperkuat sehingga gigi tidak mudah busuk. Ada beberapa jenis fluorida yang digunakan untuk melindungi gigi. Seharusnya air minum lokal juga mengandung fluorida dalam kadar yang melindungi. Bila mineral ini tidak terdapat di dalamnya maka biasanya dokter gigi menyarankan penggunaan suplemen fuorida (pada umumnya dalam bentuk tetes atau tablet). Jangan campur suplemen ini dalam susu bayi karena hal itu justru menghambat penyerapan fluorida.

Sebagai bahan tambahan dalam pasta gigi, fluorida diketahui mencegah karies gigi. Akan tetapi, kelebihan fluorida dapat menimbulkan fluorosis yaitu keadaan dimana enamel gigi berbercak-bercak secara permanen. Anak-anak dibawah 2 tahun sangat beresiko mengalami fluorosis karena refleks menelan mereka belum terkontrol dengan baik. Oleh karena itu, sebaiknya anda berkonsultasi dengan ahli kesehatan tentang penggunaan pasta gigi yang mengandung fluorida secara tepat ketika anak masih bayi.

Sebaiknya anda memeriksakan gigi bayi secara teratur sejak dini untuk memastikan kesehatan dan kebenaran posisinya. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan oleh dokter anak atau dokter gigi sejak gigi pertama tumbuh. Sebaiknya pemeriksaan gigi dilakukan setiap 3 sampai 6 bulan sekali, kecuali dokter memberi saran lain.