:2thumbup

Si Kecil

Si Kecil
tertawa bersama

Kamis, 15 Januari 2009

Tips Agar Si Kecil Tidak Terbalik Saat Mengenakan Sepatu

Bunda, apabila si kecil sering mengenakan sepatu terbalik, cobalah minta si kecil untuk memperhatikan cara Anda mengatur letak sepatunya. Tandai pada setiap pinggiran bagian dalam sepatu. Misalnya, oleskan cat kuku merah untuk sepatu kanan. Minta anak untuk mempelajari tanda-tanda itu (mana yang kanan, mana yang kiri) agar tidak salah mengenakannya.

Referensi: NOVA/839/XVII/28 Maret 2004

Selasa, 30 Desember 2008

10 Mitos Perawatan Anak

Mitos #1:

Bila anak pilek dan mengeluarkan cairan berwarna hijau atau kuning, pertanda dia terkena infeksi sinus dan perlu antibiotik.

Fakta: Infeksi sinus akan ditandai dengan cairan yang keluar dari hidung dan berwarna hijau atau kuning bila hal ini dialami terus menerus tanpa adanya perubahan selama lebih dari 10 sampai 14 hari. Hanya infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang akan merespon antibiotik.

Mitos #2:

Demam tidak baik untuk si kecil.

Fakta: Demam bukanlah penyakit, melainkan gejala yang terdapat pada penyakit-penyakit yang diderita anak-anak, terutama infeksi. Anda harus berkonsultasi ke dokter anak bila suhu badan bayi/anak di atas 38ยบ C.

Mitos #3:

Gigi tumbuh menyebabkan demam, diare, muntah, atau alergi ruam popok.

Fakta: Tumbuh gigi akan menyebabkan kerewelan dan tidur malamnya terganggu pada anak-anak tertentu. Tapi bila anak memperlihatkan gejala lain misalnya demam dengan suhu tinggi, Anda harus melihat penyebab lainnya, misalnya infeksi virus yang umum dialami pada waktu tumbuh gigi.

Mitos #4:

Agar bayi tidur nyenyak di malam hari, beri sereal sebelum tidur.

Fakta: Bila anak tidur nyenyak pada malam hari, hal ini lebih disebabkan oleh perkembangan tubuhnya dan cara tidur yang disiplin. ASI atau susu formula merupakan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan bayi sampai usia 6 bulan. Jadi, Anda tidak perlu terburu-buru memberinya makanan padat, karena akan menyebabkan alergi pada makanan-makanan tertentu dan usus bayi belum siap untuk makanan padat.

Mitos #5:

Anak membutuhkan multivitamin setiap hari.

Fakta: Anak-anak yang menjalani diet ketat, mengidap penyakit hati atau penyakit kronis lainnya, terutama sejenis pencernaan yang tidak baik, memerlukan vitamin dan suplemen mineral untuk mencegah defisiensi. Walaupun Anda atau doter merasa perlu memberi si kecil multivitamin, sebaiknya dicoba untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau yang direkomendasikan dengan memberinya diet yang seimbang.

Mitos #6:

Baby walker membantu anak lebih cepat bisa berjalan.

Fakta: Alat ini berbahaya, bisa membuat si kecil jatuh bila dia bergerak terlalu cepat. Bila anak sedang menggunakan baby walker sebaiknya selalu dalam pengawasan, dan pastikan tempat dia bermain bebas dari bahaya.

Mitos #7:

Anda harus/tidak harus membiarkan anak tidur di tempat tidur Anda.

Fakta: Bila Anda dan si kecil merasa nyaman tidur bersama, tidak masalah. Sebaliknya, jangan paksa si kecil untuk tidur bersama Anda, karena bila merasa tidak nyaman dia akan rewel dan akhirnya semuanya tidak dapat tidur nyenyak.

Mitos #8:

Anda dilarang memberi susu atau produk olahan susu lainnya bila anak sedang sakit, karena bisa menambah produksi ingus dan bertambah kental.

Fakta: Hal ini tidak betul kecuali anak alergi susu. Bila anak sakit, Anda dapat memberinya susu yang biasa diminumnya. Bila anak tidak mau makan, bisa diberi pisang, nasi, atau roti panggang, dan banyak cairan (minum).

Mitos #9:

Anda akan segera tahu bila anak terkena infeksi tenggorokan.

Fakta: Banyak virus yang menyebabkan infeksi yang mirip dengan kuman (bakteri streptokokus). Bila anak mengalami sakit tenggorokan disertai demam, merah, bengkak, dan sakit pada tenggorokan, segera bawa anak ke dokter untuk dicek apakah tenggorokannya infeksi atau tidak.

Mitos #10:

Anda harus melatih anak Anda buang air kecil di toilet pada usia satu tahun.

Fakta: Tidak ada patokan usia tertentu untuk memulainya. Tanda anak siap untuk memulai membuang air kecil pada tempatnya, biasanya dia tidak betah bila popok sekali pakainya basah dan minta diganti, menanyakan toilet, dan minta dipakaikan celana dalam.

Referensi: NOVA/903/XVIII/19 Juni 2005

Jumat, 26 Desember 2008

Tips Supaya Waktu Tidur Si Kecil Teratur

Rutinitas waktu tidur sangat penting untuk anak-anak. Tidak hanya supaya ia bisa datang ke sekolah tepat waktu di pagi hari, tetapi ritual tidur di waktu yang tepat bisa membantunya memiliki tubuh yang sehat. Membangun dan menjaga kebiasaan tidur yang baik bisa membantu anak Anda tertidur, tidur berkualitas, dan bangun di pagi hari dengan tubuh bugar. Hal ini juga bisa membantu mencegah masalah tidur di masa depan. Tidur berkualitas serta rutinitas waktu tidur tak hanya bisa mengurangi tekanan sebelum tidur, tetapi juga membangun waktu spesial antara orangtua dan anak.

Setiap individu memiliki variasi yang berbeda mengenai waktu dan cara sebelum tertidur. Anak Anda adalah manusia unik. Jika rutinitas yang Anda bangun untuk si anak tidak berhasil, mungkin bukan itu yang tepat untuk si anak. Berikut beberapa tips untuk membangun waktu tidur anak yang efektif:

1. Jadi prioritas.
2. Pelajari masalah tidur anak.

3. Konsisten.

4. Kerjasama tim.

5. Ciptakan waktu tidur dan bangun yang berulang.
6. Rutin, rutin, rutin.

7. Pakaian dan temperatur ruang.

8. Obyek transisi, misalnya boneka tidur dan selimut.

9. Gelap dan sunyi.
10. Yang terakhir seperti cium selamat malam, peluk, air minum, atau ke toilet.

Referensi: http://female.kompas.com/read/xml/2011/01/19/11412970/supaya.waktu.tidur.si.kecil.teratur

Rabu, 24 Desember 2008

Suplemen Makanan Si Kecil

Yang dimaksud dengan pemberian makanan suplemen adalah memberikan susu botol kepada bayi karena ibu tidak dapat menyusui. Makanan suplemen tersebut mungkin saja ASI yang diperas kedalam botol lalu disimpan dalam lemari es; ASI yang diperas kedalam botol lalu dibekukan dan digunakan beberapa hari kemudian; atau susu formula bayi yang sudah disiapkan dalam botol sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu.

Anda sebaiknya mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli kesehatan lain tentang jenis makanan suplemen yang paling tepat untuk bayi anda. Mereka tentunya akan menyarankan pemberian ASI karena ASI tetap menjadi pilihan terbaik. Namun demikian, memilih antara ASI dan susu formula adalah keputusan pribadi yang anda buat berdasarkan petunjuk ahli kesehatan.

Apabila anda memilih susu formula, tentunya ahli kesehatan akan menyarankan satu formula yang mengandung protein, lemak, vitamin dan mineral paling seimbang. Susu formula yang kandungan gizinya paling mendekati ASI adalah yang terbaik karena bisa dicerna dengan baik serta tidak membebani ginjal bayi.

Ahli kesehatan bisa juga menyarankan susu formula berbahan dasar susu sapi. Formula standar berbahan dasar susu sapi adalah susu sapi yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga lebih mudah dicerna. Beberapa formula seperti ini dipolakan seperti profil nutrisi air susu ibu serta mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah sesuai anjuran.

Akan tetapi, ada sebagian bayi yang alergi terhadap protein susu sapi, atau sulit mencernanya. Untuk bayi-bayi seperti ini, susu formula berprotein kedelai merupakan alternatif terbaik. Sekali lagi, sumber informasi terbaik adalah ahli kesehatan anda.

Perlu diketahui bahwa beberapa jenis makanan lain, serealia misalnya, tidak termasuk golongan makanan suplemen. Serealia, buah-buahan, dan sayuran adalah golongan makanan sapihan yang mulai diberikan kepada bayi ketika berusia sekitar 4 dan 6 bulan dengan petunjuk ahli kesehatan.

Susu sapi cair dan bubuk—segar, rendah lemak, atau skim—bukanlah makanan suplemen yang baik. Sekalipun baik untuk anak dan orang dewasa tetapi, menurut beberapa peneliti, tidak cocok untuk bayi 12 bulan kebawah.

Kandungan nutrisi dalam air susu sapi tidak memenuhi kebutuhan bayi. Zat besinya terlalu sedikit, padahal mineral ini sangat penting untuk kesehatan sel darah merah dan perkembangan mental. Proteinnya terlalu banyak sehingga memberatkan kerja ginjal bayi. Jumlah unsur-unsur gizi lainnya juga tidak tepat, oleh karena itu pemberian susu sapi sepanjang tahun pertama harus dihindari sama sekali.

Minggu, 21 Desember 2008

Tips Supaya Waktu Tidur Si Kecil Teratur

Rutinitas waktu tidur sangat penting untuk anak-anak. Tidak hanya supaya ia bisa datang ke sekolah tepat waktu di pagi hari, tetapi ritual tidur di waktu yang tepat bisa membantunya memiliki tubuh yang sehat. Membangun dan menjaga kebiasaan tidur yang baik bisa membantu anak Anda tertidur, tidur berkualitas, dan bangun di pagi hari dengan tubuh bugar. Hal ini juga bisa membantu mencegah masalah tidur di masa depan. Tidur berkualitas serta rutinitas waktu tidur tak hanya bisa mengurangi tekanan sebelum tidur, tetapi juga membangun waktu spesial antara orangtua dan anak.

Setiap individu memiliki variasi yang berbeda mengenai waktu dan cara sebelum tertidur. Anak Anda adalah manusia unik. Jika rutinitas yang Anda bangun untuk si anak tidak berhasil, mungkin bukan itu yang tepat untuk si anak. Berikut beberapa tips untuk membangun waktu tidur anak yang efektif:

1. Jadi prioritas.
2. Pelajari masalah tidur anak.

3. Konsisten.

4. Kerjasama tim.

5. Ciptakan waktu tidur dan bangun yang berulang.
6. Rutin, rutin, rutin.

7. Pakaian dan temperatur ruang.

8. Obyek transisi, misalnya boneka tidur dan selimut.

9. Gelap dan sunyi.
10. Yang terakhir seperti cium selamat malam, peluk, air minum, atau ke toilet.

Referensi: http://female.kompas.com/read/xml/2011/01/19/11412970/supaya.waktu.tidur.si.kecil.teratur

Jumat, 19 Desember 2008

Tahun Pertama SI Kecil

Tidak pernah ada dua orang bayi tumbuh dengan laju pertumbuhan yang sama persis. Karena itu, tidak mungkin memprediksi secara tepat bagaimana perilaku bayi dalam setiap tahap kehidupannya. Akan tetapi ada kecenderungan umum yang terjadi, seperti dalam informasi berikut ini. Apabila ada pertanyaan-pertanyaan spesifik mengenai tumbuh kembang bayi, sampaikanlah itu kepada ahli kesehatan anda.

Pada tahap ini, bayi melakukan hal-hal berikut:

Tersenyum kepada orang-orang yang dikenalnya
Tangisannya berbeda untuk setiap alasan berbeda
Mendekur seperti burung berulangkali
Memukul benda berayun dengan tangannya keras-keras
Memberi respons terhadap sinar dan gerakan
Mengamati wajah dan benda bergerak dengan penuh rasa ingin tahu.
Mengenal benda dan wajah yang familiar dari jarak tertentu.
Menoleh dan tersenyum kearah suara orang yang dikenalnya.

Pada tahap ini, bayi melakukan hal-hal berikut:

Mengoceh
Memberi isyarat (dengan kepala atau tangan) meminta anda mengulang tindakan sebelumnya
Mengeluarkan suara-suara berdeguk
Menggenggam benda-benda kecil
Meraih benda-benda disekitarnya
Menyadari perbedaan tekstur benda dan mengusap-usapnya dengan jari serta penuh rasa ingin tahu
Memberi respons bila namanya dipanggil
Memberi respons terhadap nada suara anda
Memberi respons kepada suara/bunyi yang baru

Pada tahap ini, bayi melakukan hal-hal berikut:

Merayap ke depan dengan perutnya
Memposisikan tubuh diatas tangan-dan-kaki, lalu merangkak dengan tangan dan kakinya.
Merubah posisi dari duduk ke merayap atau telungkup
Berdiri dan berjalan sambil berpegangan pada furnitur
Berdiri sebentar lalu berjalan sendiri 2 atau 3 langkah tanpa bantuan
Mampu memegang / mengambil benda dengan ibu jari dan jari telunjuk
Mengenal nama beberapa orang dan benda
Berusaha meniru cara menulis
Perhatiannya meningkat terhadap kemampuan berbicara
Merespons permintaan-permintaan sederhana dan kepada kata “tidak"
Berusaha menirukan kata-kata; mampu menyebut "dada" dan "mama"
Bermain “cilukba”
Menirukan isyarat tangan dan kepala

Rabu, 17 Desember 2008

Tips Aman Berkendara Saat Hamil

Menyetir mobil saat sedang hamil boleh-boleh saja, asalkan kehamilan anda tidak bermasalah. Di bawah ini tips aman berkendara saat hamil:

>> Trisemester pertama:

  1. anda mengalami morning sickness. Selama kondisi tubuh sedang tidak fit, karena gangguan mual dan muntah ini, lebih baik anda tidak menyetir sendiri.
  2. Perut dulu sebelum berangkat. Perut kosong bisa memicu rasa mual.
  3. air putih dan camilan untuk “teman” perjalanan.
  4. tidak ada makanan, anda bisa mengulum permen jahe atau permen rasa lemon untuk menghilangkan mual.
  5. kantong plastik untuk antisipasi jika anda muntah.
  6. Jika anda menyetir sendiri tiba-tiba ingin muntah, pusing, atau keluhan lain, segera tepikan kendaraan di tempat yang aman. Jika kondisi parah, hubungi suami atau teman untuk membantu anda.

>> Trisemester kedua
Jika anda melakukan perjalanan panjang maka:

  1. pemeriksaan lengkap terhadap kondisi kesehatan kandungan dan diri anda
  2. beberapa kali sekitar 10-15 menit, khususnya jika tulang belakang dan bagian belakang tubuh mulai pegal.
  3. dari mobil, jalan-jalan sebentar dan lakukan peregangan serta hal-hal lain yang bisa membuat anda rileks.

>> Trisemester ketiga:

1. Agar tidak pegal, ganjal pinggang anda dengan bantal
2. Jika duduk di kursi depan, geser kursi ke arah belakang agar kaki anda lapang.
3. Hindari stress karena macetnya lalu lintas dengan mendengar radio atau lagu favorit.

Semoga bermanfaat :)

Sumber: Tahta TN (150 Tips Perawatan Mobil)